Twitter Facebook Feed

INFORMASI PENGGUNAAN OBAT YANG BENAR

Apa yang Harus Diketahui

Kaji informasi dari pasien tentang

•          Riwayat alergi: makanan, obat, dsb
•          Hamil/merencanakan hamil
•          Menyusui
•          Mendapat/minum obat lain baik dari resep dokter maupun OTC

5 Benar Penggunaan Obat

•          Benar pasien
•          Benar obat
•          Benar dosis
•          Benar waktu
•          Benar rute

Kasus :
Pasien opname mendapat obat MST Continus 2 x 10 mg. Karena Pasien tidak bisa menelan dan memakai MST,
maka obat tersebut digerus. Setelah pemberian obat tersebut, Pasien kemudian mengalami depresi pernafasan. Mengapa bisa terjadi??

Isu strategis

•          Pergeseran paradigma ‘quality’ ke arah paradigma baru yaitu ‘quality – safety’
•          Dukungan terhadap ‘Pharmaceutical Care’: pengelolaan obat yang efektif dan efisien meliputi seleksi, pengadaan, penyimpanan, pendistribusian sampai penggunaan
•          Peran Asisten Apoteker dalam memberikan informasi penggunaan obat yang benar?

Tentang Obat
•          Nama obat dan kegunaan
•          Bagaimana dan kapan menggunakan obat
•          Tujuan penggunaan:
–         Mengobati penyakit
–         Mengurangi gejala
–         Mencegah penyakit
–         Menjaga kesehatan
–         Mempengaruhi proses tubuh
–         Mendiagnosa

5 Benar Penggunaan Obat

•          Benar pasien
•          Benar obat
•          Benar dosis
•          Benar waktu
•          Benar rute

Kapan Menggunakan Obat

•          Waktu dan lama penggunaan obat
•          Bila lupa minum obat atau salah dosis
•          Apa tanda-tanda obat bekerja dan kemungkinan efek samping yang ditimbulkan
•          Penyiapan/penggunaan obat di tempat terang, jangan di tempat gelap/remang-remang
•          Penyimpanan Obat
•          Jauhkan dari jangkauan anak-anak
•          Penyimpanan obat dalam refrigerator sesuai saran, bentuk cair jangan masuk freezer
•          Usahakan tetap dalam wadah asli
•          Hindari sinar matahari langsung, tempat kering dan tidak lembab

Perhatian Khusus

•          Kenali tanda-tanda obat rusak
•          Pastikan obat belum kedaluwarsa

Informasi Penggunaan Obat-obat Khusus

Bentuk-bentuk Obat

•          OBAT ORAL
•          INJEKSI
•          SUPOSITORIA
•          PESSARIUM
•          OBAT-OBAT TOPIKAL
•          PLESTER TRANSDERMAL
•          PREPARAT MATA DAN TELINGA
•          PREPARAT NASAL/HIDUNG
•          INHALER
•          OBAT PER ORAL
•          TABLET
–         Tablet biasa
–         Tablet sublingual
–         Tablet soluble atau effervescent
–         Tablet chewable (kunyah)
–         Tablet enteric-coated (salut enteric)
–         Tablet slow release

Tablet
•          Tablet biasa – mengandung bahan aktif dan bahan lain (inert) yang kemudian dibuat berbagai macam bentuk dan ukuran
•          Tablet sublingual – diletakkan di bawah lidah untuk mempercepat absorpsinya sehingga menghasilkan efek yang cepat
•          Tablet soluble atau effervescent – dilarutkan dulu dalam air sebelum diminum
•          Tablet kunyah – dikunyah lebih dulu sebelum ditelan, maksudnya agar absorpsi obat lebih cepat atau berefek lebih cepat, terutama dalam saluran pencernaan
•          Tablet salut enteric – harus ditelan utuh. Tablet disalut khusus agar tahan terhadap asam lambung ataupun aman terhadap lambung(tidak mengiritasi). Sebaiknya diminum dengan selang waktu 2 jam setelah antasida atau obat-obat lain yang mempengaruhi keasaman lambung
•          Tablet lepas lambat – tablet diminum utuh karena pelepasan obat lambat sehingga kadar dalam darah stabil dan meningkatkan kepatuhan pasien (efek samping lebih kecil dan frekuensi penggunaan lebih jarang)

Kapsul
•          Kapsul gelatin keras – terdiri dari dua kompartemen, wadah dan tutupnya, sementara obat/zat aktif terletak di dalamnya
•          Kapsul gelatin lunak – oat terletak dalam kulit yang lunak
•          Kapsul enteric – Zat aktif terlindung dari dari lingkungan lambung yang asam dan pelepasan terjadi dalam saluran pencernaan bawah. Sama dengan tablet salut enteric, kapsul enteric harus diberikan setidaknya berselang 2 jam setelah pemberian obat-obat yang mempengaruhi keasaman lambung
•          Kapsul lepas lambat – seperti bentuk tablet lepas lambat, kapsul ini juga berefek lepas lambat dan  durasi efek lebih lama. Oleh karena itu perlu dipaerhatikan waktu/frekuensi minu obat


Cairan/Liquid

Liquid – Komponen aktif obat terlarut ataupun terdapat dalam bentuk suspensi. Biasanya ditambahkan
Juga pengawet, pewarna, perasa atau pun bahan lain

Liquid biasanya diberikan pada pasien yang sulit minum tablet atau kapsul seperti pada anak-anak ataupun lanjut usia. Kadang-kadang obat terdapat dalam bentuk ‘dry syruo’ yang perlu ditambahkan air lebih dulu.

Hal-hal yang perlu diperhatikan:

1. Botol dikocok lebih dahulu untuk menjamin homogenitas zat aktif
2. Gunakan sendok ukuran/pipet untuk pemberian dosis yang lebih tepat, terutama bila diberikan pada anak-anak
3. Ikuti petunjuk penyimpanan untuk menjamin efektivitas obat
4. Amati tanggal kadaluwarsa, terlebih pada obat-obat yang harus dilarutkan lebih dulu dengan air, misalnya antibiotika

INJEKSI

Bentuk injeksi biasanya diberikan melalui beberapa rute:

1. Intramuscular – disuntikkan langsung ke dalam otot, biasanya  lengan, paha atau pantat atas
2. Intravena – disuntikkan langsung ke dalam vena/pembuluh darah
3. Subkutan – disuntikkan di lapisan bawah kulit

Penggunaan injeksi disarankan bila:

1. Pasien tidak dapat minum obat misalnya tidak sadar, muntah atau  ada gangguan saluran pencernaan
2. Dibutuhkan onset yang cepat
3. Dibutuhkan efek lokal, misalnya injeksi anestesi pada cabut gigi
4. Obat tidak tersedia dalam bentuk oral

Supositoria

Cara pemberian: melalui rektum.
–         Obat dapat disera oleh pembuluh darah dan beredar ke seluruh pembuluh darah
–         Beberapa supositoria dimaksudkan untuk efek lokal misalnya untuk hemoroid
–         Penyimpanan di almari es dalam kotak tersendiri, tidak bersama makanan/minuman dan amankan dari jangkauan anak-anak

Cara Penggunaan Supositoria

•          Cuci tangan lebih dulu, keluarkan supositoria dari aluminium foil dan basahi dengan air
•          Dengan berbaring miring, tekuk lutut kaki (yang di atas) ke arah dada kemudian masukkan supositoria ke dalam dubur dan dorong dengan jari
•          Berbaring terlentang dan tunggu 15 menit
•          Cuci tangan kembali

Bentuk Rectal Cream/Ointment

•          Bersihkan dan kemudian keringkan daerah di sekitar dubur
•          Keluarkan cream/oint pada ujung jari dan oleskan di sekitar dubur
•          Apabila dikehendaki masuk ke dalam dubur, olesi dulu dengan vaselin kemudian masukkan aplikator ke dalam dubur. Pencet tube agar isinya keluar dan masih dalam kondisi terpencet, keluarkan aplikator

Pesarium

•          Pesarium merupakan bentuk obat yang dimasukkan ke dalam vagina.
•          Obat ini digunakan untuk berbagai penyakit, misalnya sariawan pada vagina atau penyakit kelamin lain (jelaskan untuk sementara tidak berhubungan seks lebih dulu)
•          Simpan di tempat yang sejuk dalam wadah tersendiri/ tidak bersama makanan/minuman dan hindari dari jangkauan anak-anak

Cara Penggunaan Pesarium

•          Pertama cuci tangan lebih dulu. Gunakan aplikator/dengan jari langsung untuk memasukkan obat
•          Cara penggunaan: berbaring santai terlentang dengan lutut ditekuk. Masukkan pesarium sedalam mungkin
•          Gunakan panty liner
•          Cuci tangan dengan air dan sabun

Obat Topikal

Obat dioleskan pada kulit dengan bentuk bermacam-macam, misalnya lotion, krem ataupun ointment

Cara Penggunaan:
1. Gunakan hanya pada area tertentu
2. Perhatikan untuk cara penggunaanna, apakah dioleskan cukup tipis-tipis saja, atau jangan digunakan pada kulit yang terluka/terbuka
4. Cuci tangan dengan air dan sabun
5. Tutup rapat setelah digunakan

Transdermal/skin patch
•          Obat ini tidak dimaksudkan untuk pengobatan kulit
•          Obat yang ada dalam plester diabsorpsi melalui kulit dan masuk ke dalam pembuluh darah
•          Transdermal patch biasanya digunakan untk pengobatan angina ataupun utuk mengurangi nyeri
•          Obat ini biasanya diganti dalam beberapa hari sehingga pasien merasa nyaman karena tidak setiap kali minum obat

Cara Penggunaan ‘Skin Patch’
•          Tempelkan pada kulit yang bersih, kering, dan bebas/sedikit rambut, utuh/tidak ada luka, bebas dari bekas luka, ataupun kulit yang sedang iritasi
•          Tempelkan plester yang baru di tempat lain untuk mencegah iritasi
•          Jangan disarankan untuk memotong plester dengan maksud mengurangi dosis

Preparat Mata dan Telinga

•          Preparat ini biasanya digunakan untuk mengatasi infeksi lokal dan gangguan mata/ saluran telinga
•          Terdapat dalam bentuk salep/tetes dan diaplikasikan langsung ke dalam mata/telinga

Bentuk Tetes Mata

•          Untuk mencegah kontaminasi, anjurkan ujung aplikator jangan sampai tersentuh dan tutup rapat setelah digunakan
•          Isi botol memang dibuat tidak penuh, untuk menjaga agar tetesan konstan
•          Peragaan

Bentuk Salep Mata
•          Untuk mencegah kontaminasi, anjurkan ujung aplikator jangan sampai tersentuh. Setelah digunakan, lap ujung tube dengan tisu bersih dan segera tutup rapat
•          Peragaan
•          Keluarkan salep kira-kira 1 cm

Bentuk Tetes Telinga

•          Untuk menghindari kontaminasi, ujung aplikator jangan sampai tersentuh
•          Isi botol kemungkinan tidak penuh, hal ini untuk menjamin tetesan yang konstan
•          Cara penggunaan: dengan berbaring miring, sedemikian sehingga telinga yang sakit menghadap ke atas
•          Teteskan ke dalam telinga dan diamkan selama 5 menit
•          Usap ujung dropper dengan tisu dan tutup rapat

Bentuk Semprot Hidung

•          Cara penggunaan: Bersitkan hidung dengan tisu, kemudian semprotkan obat ke dalam lubang hidung.
•          Cuci ujung botol dengan air panas, jaga agar air jangan sampai masuk botol, kemudian keringkan dengan tisu. Tutup kembali setelah dibersihkan
•          Untuk menghindari penularan infeksi, penggunaan semprot hidung jangan digunakan bergantian dengan orang lain

Bentuk Inhaler

•          Biasanya disertai dengan brosur cara penggunaan dari pabrik
•          Beberapa tipe inhaler (aerosol inhaler/puffer dan dry powder inhaler) è cara penggunaannya juga berbeda, sangat penting untuk memperhatikan langkah-langkah penggunaannya
•          Nebuliser: membutuhkan pembawa, biasanya NaCl 0,9%

Hal-hal yang perlu diperhatikan:

Pastikan:
1.     Apakah pasien mendapat obat jenis "preventer" inhaler. Obat ini berisi obat untuk mencegah serangan asthma dan harus digunakan secara teratur
2.      Apabila menggunakan tipe "reliever" inhaler, obat ini digunakan untuk mengurangi sesak napas pada saat serangan atau sebelum olah raga
3.     Apabila menggunakan "reliever" dan "preventer" inhaler sekaligus, gunakan "reliever" lebih dulu. Obat ini akan membantu melonggarkan jalan napas dan meningkatkan pencapaian "preventer" ke paru-paru. Tunggu beberapa saat sebelum menggunakan inhaler yang berbeda
4.     Apabila jenis "preventer" yang digunakan adalah steroid, sarankan untuk berkumur setelah menggunakan obat untuk mencegah infeksi jamur

0 komentar: